*Saat dikonfirmasi Rehab Jalan dari DD Tahap ll 2024 yang diduga Asal-asalan, Begini Gaya Perangkat Desa Karangasem Leuwimunding*

Majalengka || Miris, progran kegiatan berupa jalan hotmik, Desa Karangasem Kabupaten Majalengka yang bersumber keuangan dari Dana Desa tajap ll (dua) tahun anggaran 2024 diduga beraroma korupsi. Senin 23 september 2024

 

Pasalnya, menurut keterangan  narasumber yang namanya meminta untuk tidak diekspose, saat mengirimkan bukti visual foto beserta video melalui sambungam pesan aplikasi watshap, menurutnya hasil pekerjaan tersebut terkesan asal – asalan dan beraroma korupsi. Katanya

 

Dia juga menyebutkan, padahal pekerjaan yang baru seumur jagung ini, namun sudah banyak yang berlubang dan terkelupas. Hal tersebut disebabkan karena kurangnya bahan perekat dan tidak mengedepankan kualitas pada bahan matrial hotmik. Sehingga menghasilkan pekerjaan yang tidak sesuai dengan spek pada umumnya. Ungkap narasumber yang diterima pihak media massa ini 23-09-2024

 

Masih dengan narasumber, dalam II (dua) titik kegiatan rehabilitas jalan berupa hotmik tersebut, nilai anggaranya cukup begitu fantastis. Satu titik kegiatan beralamat di (JALAN H.ABDUL SYUKUR) dan titik kegiatan yang satu lagi di (JALAN HUSEN SABO) Desa Karangasem Kecamatan Leuwimunding Kabupaten Majalengka Jawa Barat

 

Narasumber menerangkan, dilihat dari papan informasi kegiatan, masing-masing nilai anggaranya sebesar Rp. 166.006.000 dengan volume= 1.575 m2 kemudian Rp. 198.727.000 dengan volume= 1575 m2. Anggara tersebut direalisasikan dari dana desa non ermark tahap ll 2024.

 

“Saya sebagai masyarakat Desa Karangasem melihat hasil pekerjaan program dana desa ini terkesan asal jadi. Padahal anggaranya cukup begitu besar sangat disayangkan, kalau di totalkan dalam dua titik pekerjaan nilai anggaranya sebesar Rp. 364.733.000 (Tigaratus Enampuluh Empatribu Tujuhratus Tigapuluh Tiga Ribu Rupiah) kedua titik kegiatan tersebut dari sumber keuangan Dana Desa Non Ermark. Ucapnya 22/09

 

Lanjut narasumber, “menurut saya kualitasnya sangat dibawah rata-rata. Kenapa saya berani menyimpulkan pak, karena saya kroscek langsung terjun ke lapangan saat pekerjaan sudah selesai dikerjakan beberapa hari yang lalu. Saya melihat hasil finishingnya sudah ada yang berlubang lubang, bagian pinggir pada amburadul mengelupas. Ungkap narasumber. 22/09

 

Sementara saat pihak media beberapa kali mendatangi kantor Desa Karangasem guna melakukan konfirmasi terhadap Kepala Desa Jay sebagai pemangku kebijakn, tidak kunjung bertemu. Jumat 20/09

 

Dihari dan tanggal yang berbeda, Senin 23-09-2023 awak media kembali mendatangi kantor Desa Karangasem. Dengan hasil yang sama, Jay Kepala Desa dan Skretaris Desanya sedang tidak ada di kantornya, dikantor desa awak media ditemui  oleh perangkat desa yaitu Ambang Ading, dirinya menyebutkan bahwa Jay beserta Sekretaris desa sedang ada kegiatan di luar. Terangnya

 

Pada saat itu juga, pihak media melakukan konfirmasi kepada Ading selaku yang memlunyai jabatan sebagai Ambang. Namun sangat disayangkan penyambutan Ading saat ditemui untuk diminta keterenganya terkesan tidak mempunyai aititut atau sopan santun dalam penyambutan tamu. Saat diminta keteranganya dengan gaya santainya, Ading mengangkat kakinya di atas sofa yang didudukinya saat berhadapan dengan pihak media yang sedang mengkonfirmasinya. Ading memberikan keteranganya,

 

“Titik yang pertama, nggaran 1,6 satu enam pak kurang lebih, warganya yang mana pak yang memberikan informasi. Maaf pak motong bentar ya, ketika pengerjaan kan saya punya TPK (Tim Pelaksana Kegiatan) ketika dilapangan saya kurang tau pak. Iya memang ini tupoksi saya, saya pelaksana anĝaran pak, ketika pelaksanaan kan ada TPK jadi teknisnya saya kurang tau. Pengerjaan titik pertama saya kurang tau, hari jumat gitu pak kalau ga salah, lupa lagi saya tanggalnya” Ujar Ading 23-09-2024

 

Kalau yang divideo itu saya sempet tahu pak, yang pecah kotmiknya. Ada masyarakat ngangkut, udah dikonfirmasi sama masyarakatnya, apalagi ini baru seumur jagung, ketika hotmik yang sudah lama juga yang naik mobil asal – asalan pasti patah. Jadi posisi mobilnya tu dia kan belajar nyetir kalo misal ga percaya saya antar ke orangnya, kalau untuk itu saya bisa menjelaskan. Dalihnya 23/09

 

“Kalau teknis dilapangan saya kurang tau karena ada TPK nya. Yang titik ke dua anggaranya satu berapa gitu, satu delapan apa satu sembilan sih pak ucap”

 

Anggaran 1,8 Satu Delapan. Betarti nyambung dari sini tu senin atau selasa pak ucap. Kalau ga salah selasa mungkin ya. Itu dikerjakan sama masyarakat pak, ada tim ahli. Tanya Ading kepada Cecep

 

“Yang mengerjakan masyarakat pak, ada tim ahlinya. Oh kalau masalah CV saya kurang tau pak, itu bagian pak Ucap. Kalau saya kurang tahu CV nya” lontar Ading

 

Cecep adalah seorang perangkat desa yang mempunyai jabatan sebagai Ucap. Cecep juga memberikan keteranganya bahwa,

 

“itu kan sama masyarakat pak, jadi untuk tenaga ahli tu manggil, dan tidak menggunakan CV. Sumber anggaran iya transfernya ke rekening pribadi. Jelas Cecep

 

Saat pihak media sengaja merekam keterangan yang dilontarkan oleh Cecep, dirinya merasa marah dan terkesan tidak terima jika keteranganya direkam

 

“Ini direkam, sudah ijin belum”? Tegas Cecep kepada awak media Senin 23/09

 

Ading memotong pembicaraan, mengarahkan kepada pihak media jika ingin lebih detail lagi pihaknya merekomendasikan untuk menemui TPK Desa Karangasem,

 

“Gini aja pak, kalau ingin lebih detail, biar enak bapak langsung aja ke TPK” Tunjuk Ading

 

Seraya belum puas, Cecep kembali melontarkan ketidak terimaanya kalau keteranganya tersebut direkam oleh pihak media,

 

“Engga pak nanti dulu, ini bapak merekam tanpa ijin” Sontaknya

 

Tak hanya Cecep Ading pun ikut meminta kepada pihak media, agar rekaman tersebut segera dimatikan.

 

“Ya udah matiin dulu rekamanya biar enak ngobrolnya. Masalahnya gini pak, ketika saya ngasih informasi tar yang diberitakanya lain gitu” Imbuhnya

 

Ading juga sempat memberikan sebuah amplop warna putih yang ditolak oleh pihak media saat awak media beranjak pulang,

 

Ini buat bensin pak, kalau mau gimana-gimana langsung ke saya aja pak. Jangan ke pak kuwu. Pungkasnya 24/09

(Redaksi/Tim)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *