MERANGIN, JAMBI – Karang Taruna Desa Telentam meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin segera mengambil tindakan terhadap dugaan ketidaksesuaian spesifikasi material pada proyek pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB) SD Jarak Jauh di Desa Telentam.
Proyek ini disorot karena berbagai masalah, mulai dari tidak adanya papan plank proyek, proses pengerjaan yang dinilai tidak rapi, hingga penggunaan bahan material seperti kayu racuk yang mudah lapuk.
Pengawas Sudah Mengingatkan, Kontraktor Membandel
Dalam wawancara dengan media Garda Hukum ID, pengawas proyek berinisial F mengaku telah memperingatkan kontraktor untuk mengganti kayu racuk tersebut pada Desember lalu.
“Saya sudah ingatkan kontraktornya agar mengganti kayu itu. Kayu racuk mudah lapuk dan tidak sesuai dengan perencanaan. Tapi kontraktor tetap memasangnya hingga atapnya selesai,” ujar F.
Namun, berbeda dengan keterangan dari kepala tukang, yang mengaku hanya menggunakan material yang tersedia. “Kami hanya memasang bahan yang ada, Pak,” ungkapnya.
Desakan Karang Taruna
Melihat kondisi tersebut, Karang Taruna Desa Telentam mendesak Dinas Pendidikan Kabupaten Merangin beserta pengawas proyek untuk segera membongkar dan mengganti material kayu dengan bahan yang sesuai perencanaan.
“Kami meminta instansi terkait memastikan proyek ini memenuhi standar, agar bangunan ini tahan lama dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat Desa Telentam,” tegas perwakilan Karang Taruna.
Harapan untuk Perbaikan
Karang Taruna berharap tindakan tegas segera diambil untuk mencegah kerugian lebih lanjut, baik bagi masyarakat maupun pemerintah. Kualitas bangunan sekolah sangat penting untuk menunjang pendidikan anak-anak Desa Telentam, sehingga perencanaan dan pengerjaan harus sesuai spesifikasi yang telah ditetapkan.
Laporan: Mandri






