Sapi Ketahan Pangan Desa Cipasung Lemahsugih Diduga Hilang Dijual

Majalengka, 17 Maret 2025 – Program Bantuan Ketahanan Pangan berupa sapi di Desa Cipasung, Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka, yang berasal dari anggaran Dana Desa tahun 2022/2023 diduga bermasalah. Bantuan tersebut awalnya disalurkan oleh Kepala Desa Cipasung dalam bentuk uang kepada sembilan kelompok penerima, termasuk kelompok Nyangkokot dan kelompok Pajagan.

Menurut sumber yang enggan disebutkan namanya, setiap kelompok menerima satu ekor sapi dengan harga yang disepakati sebesar Rp15 juta per ekor. Padahal, harga sapi di pasaran saat itu diperkirakan mencapai Rp17,5 juta per ekor. Hal ini menimbulkan tanda tanya besar terkait selisih dana sekitar Rp18 juta dari sembilan ekor sapi yang seharusnya disalurkan.

Lebih lanjut, sumber tersebut mengungkapkan bahwa dari sembilan kelompok penerima, hanya dua kelompok yang masih aktif menjalankan program, yakni kelompok Nyangkokot dan kelompok Pajagan. Sementara itu, tujuh kelompok lainnya tidak lagi menjalankan program karena sapi yang diterima diduga telah dijual.

“Anggaran bantuan ketahanan pangan ini berasal dari Dana Desa tahun anggaran 2022/2023 di masa kepemimpinan Kepala Desa Deni Hermanto. Namun, realisasi di lapangan menunjukkan adanya dugaan ketidaksesuaian harga dan hilangnya sapi yang telah diberikan,” ungkap sumber tersebut kepada media ini pada Senin (17/3/2025).

Saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Kepala Desa Cipasung, Deni Hermanto, tidak memberikan tanggapan. Pesan konfirmasi dari media ini hanya terlihat dibaca tanpa ada balasan. Bahkan, ketika dihubungi melalui panggilan telepon, panggilan tetap berdering namun tidak dijawab.

Kasus ini memicu perhatian publik dan diharapkan pihak berwenang segera melakukan investigasi lebih lanjut untuk mengungkap dugaan penyimpangan dalam program bantuan ketahanan pangan di Desa Cipasung. (Red)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *