INDRAMAYU – Isu penolakan terhadap penunjukan Nurhayati sebagai Ketua DPRD Indramayu oleh sejumlah anggota Fraksi Partai Golkar ditepis langsung oleh unsur pimpinan fraksi.
Sekretaris Fraksi Partai Golkar DPRD Indramayu, Abdul Rozak, dengan tegas membantah adanya penolakan dari internal fraksi terhadap keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Golkar tersebut.
“Semua setuju, tidak ada penolakan,” ujar Rozak saat dikonfirmasi wartawan.
Ia mengaku heran dengan munculnya isu tersebut, mengingat seluruh anggota Fraksi Golkar baru-baru ini mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) bersama. Dalam forum tersebut, menurutnya, komunikasi berjalan lancar dan tidak ada satu pun anggota yang menyuarakan penolakan terhadap penunjukan Nurhayati.
“Pro dan kontra itu hal biasa dalam dunia politik, tetapi kami semua memahami bahwa ketika keputusan sudah diambil, kami harus fatsun terhadap keputusan tersebut,” ucapnya.
Rozak menambahkan, Nurhayati bukan sosok asing di lingkungan DPRD Indramayu. Sebelum ditunjuk sebagai Ketua DPRD, Nurhayati telah menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Golkar.
Menurutnya, proses penunjukan Nurhayati pun telah melalui mekanisme partai yang sesuai aturan. Bahkan, Rozak mengungkapkan dirinya turut diusulkan sebagai salah satu kandidat calon Ketua DPRD.
“Saat itu ada lima nama yang diusulkan, yakni saya sendiri, Nurhayati, Muhaemin, Ibnu Rusman Syah, dan Eka Trilinda Ningrum,” jelasnya.
Kelima kandidat tersebut kemudian mengikuti proses seleksi yang dilakukan DPP Golkar. Salah satu tahapan seleksi adalah wawancara melalui sambungan telepon untuk menguji kesiapan dan kesanggupan para calon.
Hasil dari proses tersebut, DPP Golkar akhirnya memutuskan untuk menunjuk Nurhayati guna mengisi posisi Ketua DPRD Indramayu yang kosong setelah wafatnya Haryono pada Senin, 31 Mei 2025 lalu.
“Semuanya sudah dilakukan secara prosedural,” tegas Rozak.






