Majalengka – Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka Sidak Proyek Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) dari Dinas Kesehatan kabupaten Majalengka Teknis pelaksanaanya diduga tidak sesuai spesifikasi atau SOP pada umumnya, sidak yang bertempat di Desa Cikeusik, Kecamatan Sukahaji, Kabupaten Majalengka.”Rabu (10/09/2025).
Saat komisi III DPRD Majalengka ini melakukan sosial kontrol dan bertanya ke beberapa pekerja, kapan keberadaan Mandor proyek, Pelaksana Kegiatan, dan Pengawas dari dinas melaksanakan tugasnya di lokasi kegiatan, namun beberapa pekerja seolah diduga menutup – nutupi apa yang di pertanyakan komisi III DPRD Majalengka.
“ saya belum ketemu pelaksana, mandor, pengawas pak, mungkin sebelum – sebelumnya ada sekarang tidak tau kemana pelaksananya.” Ungkap sala-satu pekerja yang ada dilokasi.

Ketua Komisi III DPRD Majalengka H. Iing Misbahudin menyampaikan perihal sidak tadi di puskesmas (Pustu) cikesik tadi saya sudah liat, kita liat berdasarkan laporan masyarakat, yang pertama ada beberapa yang kita koreksi terkait keselamatan kerja tadi papan K3 nya ada tapi dari pekerja tidak menggunakan alasannya ribetlah,segala macam alasannya jadi tidak di pakai.
“Kedua papan proyekna tidak disimpan sebagai mana mestinya harus di ketahui oleh publik,cuman tadi minta di pindahkan ke depan tadinya disamping juga menghadap ke bangunan.”ujarnya
Iing Misbahudin meminta untuk memindahkan papan proyek kedepan supaya kelihatan oleh masyarakat sebagai bentuk transparansi kepada publik.
“Yang ketiga karena memang tadi tidak ada orang yang bisa kita ajak bicara terutama pengelola atau pelaksana proyeknya yang ada hanya Pekerjanya.
Iing Misbahudin menjelaskan Kalau dari sisi matrial yang digunakan ga tau apakah pasirnya atau semennya itu keliatannya tidak seperti yang seharusnya mungkin speknya mungkin pasirnya.
“Kita menanyakan kesalahan satu pekerjaan,Menurut pekerja ya mungkin pasirnya mungkin juga semennya kadang kekurangan bahan yang di sampaikan mereka tapi untuk lebih Jelas nanti insyaallah komisi III akan mengagendakan untuk memanggil Pelaksana pekerjaan Pustu Cikesik.”pungkas Iing Misbahudin
1. Pasir yang di pergunakan telah di oplos dengan spesifikasi yang berbeda – beda.
2. Perbandingan campuran pasir dan semen diduga tidak sesuai SOP, sehingga nampak dalam dokumentasi visual foto dalam pasangan adukan terlihat kurang semen sehingga dapat di congkel dengan jari telunjuk.
3. Terjadinya pelaksanaan yg diduga tidak sesuai SOP dikarenakan kurangnya fungsi pengawasan dari pihak dinas terkait dan Inspektorat.






