MADIUN,GARDAHUKUM.ID-Sekolah Orang Tua Hebat, atau biasa disebut dengan SOTH, adalah sekolah pengasuhan yang digagas oleh Badan Kependudukan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Timur. Sekolah ini merupakan terobosan untuk dapat meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh anak, terutama anak BALITA. Posisi PKK pada kegiatan ini adalah sebagai Pendamping. Kegiatan ini terdiri dari Penyampaian Materi Pembelajaran, Pemeriksaan Kesehatan, Praktek Keterampilan, Senam, Permainan dan lain-lain.
Pemerintah Desa Dolopo Kecamatan Dolopo Kabupaten Madiun berkomitmen penuh dalam melakukan pencegahan serta penuntasan terjadinya kasus stunting akibat kurang tepatnya pola asuh orang tua kepada anak-anak. Karenanya, Pemerintah desa Dolopo bersama Tim Penggerak (TP) PKK Desa Dolopo, Melaksanakan Program Sekolah Orang Tua Hebat (SOTH).
Di Desa Dolopo sendiri, telah terbentuk 2 Kelas SOTH , Pelaksanaan SOTH di Dolopo, juga telah dilengkapi dengan kurikulum pendidikan, silabus, pemetaan instruktur, rencana kegiatan pembelajaran, perangkat monitoring, jurnal, absensi peserta, absensi pengelola, buku tamu, hingga mars SOTH. Sebab, SOTH berfungsi untuk membangun komitmen dalam berkomunikasi antara orang tua dengan anak. Yakni, memberikan program intensif kepada orang tua balita yang sebagian besar adalah generasi milenial.
Kepala Desa Dolopo, Sayekti mengatakan, penyebab terjadinya stunting tidak hanya mengenai persoalan ekonomi, penyakit bawaan, maupun kurangnya mengkonsumsi makanan bergizi. Melainkan, 50 persen diantaranya, disebabkan oleh kurang tepatnya pola asuh pada anak. Oleh sebab itu, SOTH merupakan sekolah pengasuhan untuk meningkatkan kemampuan orang tua dalam mengasuh balita, khususnya agar lebih memahami kebutuhan psikologis anak. Jadi saat orang tua mengikuti SOTH, mereka belajar dan mendapat materi. Di sisi lain, anak-anak mereka bisa bermain untuk melatih gerak motoriknya , Peserta SOTH terdiri dari 2 Kelas Yaitu Kelas BKB Permata dan Kelas BKB Berlian yang tiap kelas terdiri dari 20 orang tua yang memiliki anak balita. Para orang tua tersebut berkomitmen untuk mengikuti 13 pertemuan. Oleh sebab itu, ia berencana mensinergikan SOTH dengan beberapa program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Holistik Integratif. “Nanti juga ada wisudanya. Jadi diperlukan komitmen bahwa dalam 13 kali pertemuan tidak boleh absen,” ucapnya
Kegiatan SOTH tersebut bersumber dari Anggaran Dari Dana Desa sebesar Rp. 37.500.000 , Launching SOTH tanggal 27 mei, pertemuan kelas berlian setiap hari jum’at, kelas Permata setiap hari sabtu sampai saat ini sudah 4 kali pertemuan
Pemerintah Desa Dolopo berharap kegiatan SOTH ini dapat berjalan dengan lancar guna melaksanakan dan mensukseskan program pemerintah dalam menangani kasus stunting khususnya. Adv/red






